Mulai belajar Investasi? Mari Mengenal Reksadana

TL;DR;
- Investasi melalui reksadana di Indonesia dengan mempertimbangkan profil resiko individu.
- Investor konservatif, moderat, dan agresif.
Instrumen Investasi: Tabungan, Deposito, Saham, dan Obligasi. The infographics template by (Infographics Presentation Template, 2021).

Investasi Reksadana

Investor yang mampu melakukan investasi secara langsung di pasar modal (capital market) biasanya memiliki modal yang cukup besar (large capital), serta memiliki pengetahuan dan kemampuan untuk mengelola portfolio investasi secara profesional berdasarkan profil resikonya.

  • Reksadana Pasar Uang melakukan investasi 100% dari total dana yang dikelola pada instrumen pasar uang seperti Sertifikat Bank Indonesia (SBI), deposito berjangka, dan obligasi jangka pendek dengan waktu jatuh tempo < 1 tahun.
  • Reksadana Pendapatan Tetap menginvestasikan minimum 80% dari total dana yang dikelola pada instrumen bersifat surat hutang yang memberikan pendapatan tetap. Misalnya surat utang atau obligasi dengan waktu jatuh tempo > 1 tahun.
  • Reksadana Saham menginvestasikan minimum 80% dari total dana yang dikelola ke instrumen bersifat saham.
  • Reksadana Campuran melakukan investasi pada instrumen bersifat saham, surat hutang, atau/dan pasar uang dengan maksimum 79% dari total dana yang dikelola.
Menimbang risk & return dalam melakukan investasi reksadana. Clipart: Google Images search dan The infographics template by (Infographics Presentation Template, 2021).

Memulai Investasi pada Reksadana

Reksadana dapat dibeli melalui Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) yang merupakan pihak yang melakukan penjualan reksadana berdasarkan kontrak kerjasama dengan manajer investasi. Selain berbagai perusahaan investasi, ada cukup banyak bank yang menjadi APERD. Daftar APERD, yang saat tulisan ini dibuat di awal 2022, ada 76 perusahaan (bank dan non-bank) yang dapat dilihat secara online pada (Otoritas Jasa Keuangan (OJK), 2022a).

  • Jangka Pendek (≤1 tahun) — Reksadana Pasar Uang. Mempersiapkan dana darurat atau untuk liburan tahun depan misalnya.
  • Jangka Menengah (1–5 tahun) — Reksadana Pendapatan Tetap atau Reksadana Campuran.
  • Jangka Panjang (> 5tahun) — Reksadana Saham. Mempersiapkan untuk pensiun atau pembelian aset dengan nilai yang besar misalnya.

Resiko & Tingkat Pengembalian, Risk & Return

Investasi berkaitan dengan risk & return (resiko dan potensi tingkat pengembalian investasi). Secara umum, jika return dari suatu investasi semakin besar, maka risk-nya juga akan semakin besar. Demikian sebaliknya — jika return dari suatu investasi semakin kecil, maka risk-nya juga akan semakin kecil. Disinilah profil setiap investor berbeda-beda.

Berbagai contoh reksadana di Indonesia: Minimum pembelian awal, miimum pembelian selanjutnya, jenis reksadana dan return sepanjang 2021.

Investor Konservatif — Investasi Resiko Rendah

Investor yang menempatkan sebagian besar dananya untuk investasi (≥80%) pada instrumen investasi resiko rendah seperti tabungan dan deposito masuk dalam kategori investor konservatif. Investor ini tidak mau mentoleransi adanya kerugian dan tidak mau terpengaruh fluktuasi instrumen investasi di pasar uang.

Grafik pertumbuhan 4 reksadana resiko rendah sepanjang 2021 dibandingkan dengan baseline-nya: Infovesta Fixed Income Fund Index. Sumber: Infovesta.com.

Investor Agresif — Investasi Resiko Tinggi

Investor agresif menempatkan sebagian besar dana investasinya (≥80%) pada instrumen investasi beresiko tinggi (high risk) seperti saham (stocks). Investor ini dapat mentoleransi adanya potensi resiko kerugian yang tinggi yang disebabkan oleh fluktuasi (volatilitas yang tinggi) instrumen investasi di pasar uang dan pasar modal. Harapannya, mendapatkan potensi tingkat pengembalian investasi yang tinggi (high return) dalam jangka waktu tertentu.

Grafik pertumbuhan 4 reksadana resiko tinggi sepanjang 2021 dibandingkan dengan baseline-nya: Infovesta Equity Fund Index. Sumber: Infovesta.com.

Investor Moderat — Investasi Resiko Menengah

Investor moderat menginvestasikan dananya pada instrumen investasi yang dapat memberikan potensi return yang lebih tinggi, namun menghindari adanya potensi kerugian yang besar. Portfolio investasinya bisa seimbang antara instrumen investasi high risk: low risk. 50%:50% misalnya, atau sedikit cenderung lebih banyak ke instrumen yang bersifat high risk (instrumen high risk sampai 80%-nya).

Grafik pertumbuhan 3 reksadana resiko menengah sepanjang 2021 dibandingkan dengan baseline-nya: Infovesta Balanced Fund Index. Sumber: Infovesta.com.

Mari Mulai Berinvestasi

Reksadana yang baik memiliki kinerja yang mampu mengungguli tolok ukurnya/benchmark. Benchmark reksadana pendapatan tetap adalah indeks obligasi. Benchmark reksadana pasar uang adalah rata-rata bunga deposito. Benchmark reksadana saham adalah Index Harga Saham Gabungan (IHSG) atau disebut juga Indonesia Composite Index (ICI).

  • Tujuan dan jangka waktu investasi.
  • Pengalaman berinvestasi sebelumnya.
  • Resiko yang bisa ditoleransi dalam berinvestasi.
  • Apakah kebutuhan sehari-hari bergantung kepada dari hasil investasi?

Referensi

--

--

https://www.linkedin.com/in/andisama/

Love podcasts or audiobooks? Learn on the go with our new app.

Get the Medium app

A button that says 'Download on the App Store', and if clicked it will lead you to the iOS App store
A button that says 'Get it on, Google Play', and if clicked it will lead you to the Google Play store